Khamis, 21 Mei 2009

Kentang

>Seorang Guru taman kanak-kanak
> telah mengadakan satu "permainan".
>
> Si Guru telah menyuruh tiap-tiap anak muridnya
> membawa satu kantong plastik transparen
> bersama dengan beberapa buah kentang.
>
> Kentang-kentang tersebut akan di beri nama
> berdasarkan nama orang-orang yang dibenci,
> jumlah kentangnya tidak ditentukan berapa...
> bergantung jumlah orang-orang yang dibenci.
>
> Pada hari yang tersebut,
> masing-masing murid membawa kentang
> dalam kantong plastik.
> Ada yang berjumlah 2,
> ada yang 3 bahkan ada yang 5.
>
> Sepertimana perintah si guru mereka,
> tiap-tiap kentang di beri nama
> dengan nama-nama orang yang dibenci.
>
> Seterusnya murid-murid dikehendaki
> membawa kantong plastik berisi kentang tersebut
> kemana saja mereka pergi,
> bahkan ke toilet sekalipun, selama 1 minggu.
>
> Hari berganti hari,
> kentang-kentang pun mulai membusuk,
> murid-murid mulai mengeluh,
> apalagi yang membawa 5 buah kentang,
> selain berat dan baunya juga tidak menyenangkan.
>
> Setelah satu minggu
> murid-murid tersebut merasa lega
> kerana penderitaan mereka akan segera berakhir.
>
> Si Guru bertanya:
> "Bagaimana rasanya membawa kentang tersebut
> selama 1 minggu ?"
>
> Keluarlah keluhan dan rungutan
> dari murid-murid tersebut,
> secara umumnya semua tidak senang
> dan tidak selesa
> ketika membawa kentang-kentang busuk tersebut
> terutamanya ke mana sahaja mereka pergi.
>
> Si Guru pun menjelaskan apa erti
> dari "permainan" yang mereka jalankan.
>
> Si Guru berkata :
> "Seperti itulah kebencian yang selalu kita bawa
> apabila kita tidak dapat memaafkan orang lain.
> Busuk dan tidak menyenangkan
> umpama membawa kentang busuk tersebut,
> kemana saja kita pergi.
> Itu baru hanya satu minggu.
> Bagaimana jika kita membawa
> (kentang2 busuk) kebencian itu seumur hidup?
> Alangkah tidak menyenangkan dan tersiksanya..."
>
>
> Moral of the story:
>
> 1. Barang sesiapa yg ada kebencian
> terhadap orang lain tu, eloklah dibuangkan dari hati
2. Janganlah makan kentang busuk..

Tiada ulasan: