Ahad, 9 Januari 2011

Pemaafnya sahabat

Suatu hari, ketika Qais bin Asim duduk berehat, masuklah jariahnya (hamba perempuan) membawa pemanggang besi berisi daging panggang yang masih panas. Tanpa disengajakan besi pemanggang itu terlepas dari tangannya, lalu menimpa anak kecil Qais. Anak itu menjerit kesakitan, lalu meninggal dunia.


Qais menghadapi kejadian menyayat hati itu dengan tenang. Dia sedar semua itu takdir Allah. Dia memandang kepada jariahnya yang pucat lesi dan mengeletar ketakutan itu lalu berkata "Aku bukan saja tidak marah kepada mu, tetapi mulai hari ini aku merdekakan kamu"

2 ulasan:

zul permatang badak berkata...

muaz...pemaafnya dia......kita?

muazlumut berkata...

kita... dendam tak habis2