Rabu, 31 Ogos 2011

Labu



Yunus bin Mata diutus oleh Allah untuk menghadapi penduduk Ninawa, suatu kaum yang keras kepala, penyembah berhala, dan suka melakukan kejahatan. Secara berulang kali Yunus memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mahu berubah, juga kerana Yunus bukan dari kaum mereka. Hanya ada dua orang yang mahu menjadi pengikutnya, yaitu Rubil dan Tanuh. Rubil adalah seorang yang alim serta bijaksana, sedang Tanuh adalah seorang yang tenang dan sederhana.

 Dakwah Nabi Yunus itu bagi para penduduk Ninawa merupakan hal yang baru yang belum pernah mereka dengar sebelumnya. Kerananya mereka tidak dapat menerimanya untuk menggantikan ajaran dan kepercayaan yang telah diwariskan oleh nenek moyang mereka yang sudah menjadi adat kebiasaan mereka turun temurun. Apalagi pembawa agama itu adalah seorang asing tidak seketurunan dengan mereka.

Mereka berkata kepada Nabi Yunus: "Apakah kata-kata yang engkau ucapkan itu dan kedustaan apakah yang engkau anjurkan kepada kami tentang agama barumu itu? Inilah tuhan-tuhan kami yang kami sembah dan disembahkan oleh nenek moyang kami sejak dahulu. Alasan apakah yang membenarkan kami meninggalkan agama kami yang diwariskan oleh nenek moyang kami dan menggantikannya dengan agama barumu? Engkau adalah orang asing yang datang pada kami agar kami mengubah keyakinan kami. Apakah kelebihanmu sehingga mengajar kami. Hentikan perbuatan sia-siamu itu. Penduduk Ninawa tidak akan mengikutimu kerana kami teguh dengan ajaran moyang kami". Nabi Yunus berkata: " Aku hanya mengajakmu beriman dan bertauhid sesuai dengan amanah Allah yang wajib aku sampaikan pada kamu. Aku hanyalah pesuruh Allah yang ditugaskan mengeluarkan kamu dari kesesatan dan menuntun di jalan yang lurus. Aku sekali-kali tidak mengharapkan upah atas apa yang aku kerjakan ini. Aku tidak memaksa kamu mengikuti aku. Namun jika kamu tetap bertahan pada akidah nenek moyang kamu itu, maka Allah akan menunjukkan tanda-tanda kebenaran akan risalahku dengan menurunkan azab yang pedih pada kamu, seperti yang terjadi pada kaum-kaum sebelum kamu, yaitu kaum Nuh, Aad, dan Tsamud. Mereka menjawab dengan menantang: "Kami tetap tidak akan mengikuti kemahuan kamu dan tidak takut ancaman kamu. Tunjukkan ancamanmu jika kamu termasuk orang yang benar!" Nabi Yunus tidak tahan lagi dengan kaum Ninawa yang keras kepala. Ia pergi dengan perasaan marah dan kecewa sambil meminta Allah menghukum mereka.

Sepeninggalan Nabi Yunus, kaum Ninawa gelisah, awan menjadi mendung gelap, binatang peliharaan mereka ketakutan, wajah mereka pucat lasi, dan angin bertiup kencang yang membawa suara gemuruh. Mereka takut ancaman Yunus benar-benar terjadi atas mereka. Akhirnya mereka sadar bahwa Yunus adalah orang yang benar, dan membawa ajaran tauhid dari Allah s.w.t. Mereka kemudian beriman dan menyesali perbuatan mereka terhadap Yunus. Mereka lari tunggang langgang dari kota mencari Yunus sambil berteriak meminta pengampunan Allah atas dosa mereka. Allah Yang Maha Pengampun telah mengampuni mereka, dan segera seluruh keadaan pulih seperti sedia kala. Penduduk Ninawa kemudian berusaha mencari Yunus agar ia terus berdakwah serta dapat mengajar agama dan menuntun mereka di jalan yang benar.

Keadaan Yunus setelah pergi dari Ninawa tidak menentu. Ia mengembara tanpa tujuan dengan putus asa dan merasa berdosa. Akhirnya ia tiba di sebuah pantai, dan melihat sebuah kapal yang akan menyeberangi laut. Ia menumpang kapal itu, dan ketika berlayar tiba-tiba terjadi badai yang hebat. Kapal bergoncang, dan para penumpang sepakat untuk mengurangi beban dengan membuang salah seorang di antara mereka ke laut. Undian pertama jatuh pada Yunus, namun undian diulang karana penumpang merasa Yunus tidak patut dibuang kerana ia orang yang mulia. Tapi pada pengundian yang kedua, dan ketiga, tetap nama Yunus yang keluar. Yunus sadar itu adalah kehendak Allah, ia kemudian rela terjun ke laut. Allah kemudian mengirim ikan Nun untuk menelan Yunus. Di dalam perut ikan Nun, Yunus bertaubat meminta ampun dan pertolongan Allah, ia bertasbih selama 40 hari dengan berkata: "Laa ilaaha illa Anta, Subhanaka, inni kuntu minadzh dzhalimiin (Tiada tuhan melainkan Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang telah berbuat zalim)" Allah mendengar doa Yunus, dan Memerintahkan ikan nun mendamparkan Yunus di sebuah pantai. Allah Yang Maha Penyayang menumbuhkan pohon labu, agar Yunus yang kurus dan lemah tak berdaya dapat bernaung dan memakan buahnya. Setelah pulih, ia diperintahkan kembali ke Ninawa, dimana ia kemudian terkejut melihat perubahan penduduk Ninawa yang telah beriman kepada Allah. Yunus kemudian mengajar mereka tauhid dan menyempurnakan iman mereka.

Tiada ulasan: